Agar Taubat Kita Diterima

Siapapun kita pasti pernah melakukan kesalahan, atau minimal tak sengaja melakukan kesalahan. Dan harapan terpesar setelahnya adalah adanya pengampunan atau maaf atas kesalahan yang telah kita lakukan. Sadar atau pun tidak tentu kita banyak sekali melakukan kesalahan sepanjang hidup kita. Karena itu, taubat menjadi sebuah keharusan dalam hidup kita. Cara menghapus dan membersihkan dosa itu dengan taubat.

Taubat adalah perintah Sang Pencipta kita, Allah Swt. Sebagaimana firmanNya,

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At-Tahrim: 8)

Setiap kita melakukan kesalahan, segeralah bertaubat agar Allah bersihkan diri kita dari noda-noda itu. Allah berfirman,

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran: 135)

Tapi, tidak semua taubat akan diterima. Ada beberapa syarat agar taubat kita diterima oleh Allah Swt dan diampuni dosa-dosa kita karenanya.

Pertama, orang yang bertaubat harus mencampakkan dosa tersebut saat itu juga. Sungguh aneh jika ada orang yang mau bertaubat dari sebuah dosa tapi ia masih menyimpan dosa dan kebiasaan buruknya itu. Seketika ia bertaubah, seketika itu juga ia harus mencampakkan diri dari dosa dan kebiasaan buruk itu. Bersegera meninggalkan dosa itu saat itu juga, tidak menunggu nanti apalagi besok hari.

Kedua, orang yang bertaubat harus merasakan penyesalan yang mendalam dalam dirinya atas doa dan kesalahan yang sudah dilakukannya. Karena bagaimana taubat kita diterima sementara kita tidak menyesal atau malah berbangga dengan dosa yang sudah kita lakukan.

Ketiga, orang yang bertaubat harus bertekad untuk menjauhi dosa tersebut dan tidak mengulanginya lagi. Bertekad berarti sekuat tenaga berusaha menjauhinya agar tidak terulang. Bahkan, ketika ada peluang yang bisa menjerumuskan kepada dosa yang sama, maka kita harus berusaha menjauhinya. Semata-mata agar dosa yang sama tidak terulang di kemudian hari.

Keempat, jika dosa tersebut berkaitan dengan sesama, orang yang bertaubat harus mengembalikan hak yang sudah diambil darinya atau meminta kerelaan atau maaf darinya. Hal ini memang tidak mudah, tapi bisa kita lakukan asal ada kemauan. Jika misalnya dosa yang kita lakukan itu adalah mencuri barang milik orang lain, maka kita harus mengembalikan barang tersebut kepada si pemilik dan meminta keikhlasannya. Jika dosa yang kita lakukan adalah pernah memfitnah sesama, maka kita harus mendatangi yang bersangkutan. Lalu meminta maaf kepadanya bahwa di waktu sebelumnya pernah memfitnah yang bersangkutan dengan fitnah ini dan itu. Diceritakan apa adanya. Dan ini menjadi syarat agar taubat kita ditema oleh Allah Swt.

Bagaimana jika ternyata orang yang pernah kita dzalimi itu tidak mau meaafkan kita? Itu bukan lagi persoalan kita. Kita hanya diwajibkan untuk mengembalikan hak dia dan meminta keikhlasan darinya. Jika dia tak mengikhlaskan biarkanlah Allah yang beberi ampunan atas kita. In syaa Allah, itu sudah cukup.

Apabila keempat syarat tersebut dan kita bertaubat dengannya, semoga Allah hadiahkan ampunanNya untuk kita dan membersihkan kita dari segala noda-noda yang mengotori hidup kita.

“Tidaklah seorang laki-laki melakukan suatu dosa lalu ia berwudhu dan memperbagus wudhunya. Kemudian shalat dua raka’at, lalu memohon ampunan kepada Allah, keculia Allah ampuni dia.” (HR. Ahmad)

“Orang yang bertaubat dari dosa, seperti orang yang tidak punya dosa.” (HR. Ibnu Majah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 6 =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top