Berburu Pahala di Bulan Penuh Kemuliaan

“Big Sale; Discount up to 75%!”

Siapapun orangnya, saat ada diskon besar-besaran tentu dengan bersegera berburu keuntungan. Harga barang yang awalnya mahal, bisa jadi sangat murah. Sepatu yang awalnya berharga 1 jutaan, bisa jadi hanya berharga lima ratusan ribu (Rp. 500.000) saja. Kemeja yang biasa berharga Rp. 450.000; saat diskon, bisa dibawa pulang hanya dengan mengeluarkan uang 150 ribu saja. Bagaimana tidak tertarik, kualitas tetap, harga lebih murah.

Jika ada diskon barang yang suka kita beli, kita begitu kegirangan. Bagaimana dengan Ramadhan; yang sejatinya Allah Swt memberikan diskon pahala besar-besaran di bulan penuh kemuliaan ini. Apakah rasa senang di hati saat ada diskon, sama dengan senangnya hati menyambut bulan Ramadhan? Apakah berburu memborong barang ketika ada diskon di mall sama dengan berbondong-bondongnya kita memburu dikson pahala di bulan penuh kemuliaan ini?

Padahal Allah Swt melalui lisan Rasulullah Saw dalam khutbahnya yang sangat menyentuh, menyampaikan perihal bulan Ramadhan ini:

“Wahai manusia sungguh telah dekat kepada kalian. Bulan yang agung lagi penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, bulan yang Allah telah menjadikan puasa di dalamnya sebagai fardlu dan bangun malam sebagai sunnah.

Barang siapa yang mendekatkan diri di dalamnya dengan melakukan amalan sunnah maka seperti orang yang melakukan amalan fardlu pada bulan lainnya.  

Dan barang siapa yang melakukan amalan fardlu di dalamnya maka seperti orang yang melakukan tujuh puluh amalan fardlu di dalamnya maka seperti orang yang melakukan tujuh puluh amalan fardlu pada bulan lainnya.

Ia merupakan bulan kesabaran, sedangkan pahalanya sabar adalah surga. Ia adalah bulan kasih sayang. Dan bulan saat rizki orang mukmin ditambahkan.

Barang siapa pada bulan tersebut memberi makanan/minuman untuk berbuka kepada orang yang berpuasa maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, pembebasan bagi dirinya dari api neraka, dan baginya pahala yang sama dengan pahala orang yang diberi makanan/minuman tersebut, dengan tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.” 

Mereka berkata: Wahai Rasulullah! Tidaklah setiap orang dari kami mempunyai makanan buka untuk diberikan kepada orang yang berpuasa. Beliau menjawab: Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu. 

Ia adalah bulan yang awalnya penuh rahmat, tengahnya penuh ampunan, dan akhirnya penuh kebebasan dari api neraka. Barangsiapa meringankan beban hamba sahayanya pada bulan itu maka Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka.

Perbanyaklah pada bulan itu melakukan empat hal; dua di antaranya dapat membuat ridlo Tuhan kalian, dan dua hal lainnya kalian sangat membutuhkannya. Adapun dua hal yang bisa membuat ridlo Tuhan kalian adalah: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan memohon ampunan pada-Nya. Adapun dua hal yang sangat kalian butuhkan adalah: memohon surga kepada Allah dan berlindung kepada-Nya dari api neraka. Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagaku, dimana ia tidak akan merasakan haus sampai ia masuk surga.” (HR. Ibu Huzaimah)

Dalam hadits yang lain Rasulullah Saw bersabda,

“Ketika tiba malam pertama bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, sehingga tidak ada satu pintu neraka pun yang dibuka, dan pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak ada satu pintu surga pun yang ditutup. Lalu seseorang berseru, wahai pencari kebaikan maka sambutlah, wahai pelaku kejahatan maka tahanlah. Dan milik Allah-lah orang-orang yang dibebaskan dari neraka, dan hal itu terjadi pada setiap malam.”(HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi)

Rasulullah Saw juga bersabda,

Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharapkan ridho-Nya, maka diampunilah dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu.” (HR. Bukhari, an-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban)

Sungguh sebuah kenikmatan tak terhingga ketika kita diberi kesempatan oleh Allah, diberi usia untuk bisa menikmati bulan Ramadhan. Sungguh sebuah keindahan ketika kita Allah sampaikan di bulan penuh kemuliaan ini. Alhamdulillah, segala puji bagiNya atas nikat ini. Bagaimana tidak, di bulan ini, amalan sunnah dibalas dengan pahala wajib. Amalan wajib, dibalas hingga 70 kali kebaikan.

Namun sayang, kemuliaan, kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan ini tak setiap orang bisa dan mau menikmatinya. Ada saja orang yang ketika menjalani bulan Ramadhan tak ada sesuatu yang bermakna dalam hidupnya. Pun, ketika Ramadhan berlalu, tak ada bekas yang menjadikannya lebih baik, lebih bijak dan lebih bermakna hidupnya. Maka, sungguh rugilah orang yang demikian.

Rasulullah Saw mengingatkan kita,

“Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu darinya sebelum dosa-dosa dirinya diampuni.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim)

Semoga nikmat Allah ini (disampaikannya kita di bulan Ramadhan) bisa kita manfaatkan dengan melakukan berbagai kebaikan. Berburu pahala berlimpah di bulan penuh keberkahan. Mumpung Allah memberi balasan berlipat di bulan penuh nikmat. Mumpung Allah memberi berbagai ampunan di bulan maghfirah. Mari isi hari-harinya dengan kegiatan terbaik, amalan terbaik yang bisa kita berikan. Sehingga kita bisa menjadi pribadi-pribadi terbaik seperti yang Allah janjikan.

“Kalian adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia…” (QS. Ali Imran: 103)

Marhaban ya Ramadhan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + six =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top