Cara Membahagiakan Orang Tua

Dulu, saat masih sekolah saya mengira cara membahagiakan orang tua itu dengan sukses lalu dengan kesuksesan itu bisa meringankan beban orang tua. Mengiriminya uang saku tiap bulan, membelikannya barang-barang yang diinginkannya dan sejenisnya. Sekarang, saya semakin paham bahwa bukan hal seperti itu satu-satunya yang bisa membahagiakan mereka. Ada banyak cara untuk membahagiakan mereka, orang yang mencintai kita dan kita cintai itu.

Saya pernah mengecewakan mereka disaat saat justru menduga sudah berbuat banyak dan membahagiakan mereka. Saat itu saya mengira sudah berbakti, padahal justru menyakiti. Saat itu saya menduga sudah memberi banyak, justru sebaliknya, pemberian saya tidak ada apa-apanya. Ternyata, yang mereka harapkan bukan yang saya bayangkan. Ternyata mereka bahagia ketika kita bisa berbakti kepada mereka. Dan berbakti itu bisa dengan banyak cara, ini salah satunya:

Pertama, ciptakanlah kesuksesan, sekecil apapun itu. Lalu kesuksesan itu dipersembahkan untuk mereka. Ayah dan Ibu kita pasti akan sangat bahagia karenanya. Mereka begitu bahagia ketika saya jadi juara kelas di SD dulu. Mereka sangat bahagia ketika saya masuk kuliah, meski harus nyasar saat menjenguk saya di luar kota. Mereka pun sangat bahagia ketika saya lulus kuliah, apalagi saat menikah. Bahkan, mereka pun sangat bahagia ketika saya bisa pergi ke beberapa kota untuk mengisi training atau kajian. Itu semua sudah bisa membuat mereka bahagia. Akhirnya, apa pun kesuksesan yang saya dapatkan, sesegera mungkin saya kabari beliau agar hati beliau bahagia. Nah, sekarang kesuksesan-kesuksesan apa saja yang bisa Anda berikan kepada mereka?

Kedua, kabarkanlah hal-hal yang positif dan membahagiakan saja kepada mereka. Saya bersama istri bersepakat untuk memberi kabar baik-baiknya saja. Ketika ada kabar buruk, sedapat mungkin tidak kami sampaikan langsung saat itu juga. Kami sampaikan ketika kami sudah melaluinya. Karena kami yakin, ketika kami menyampaikan kabar tidak baik, hati mereka ikut sedih dan pikiran mereka pun terbebani. Maka, kami “sembunyikan” untuk sementara kabar itu. Baru kami sampaikan ketika kami sudah melaluinya dengan sempurna. Silakan Anda praktekan juga.

Ketiga, mengajak kedua orang tua berjumpa kawan/kerabat lama yang tak jumpa. Kami biasa tiap tahun keliling. Karena ayahanda kami sudah tidak ada, kami cari tahu siapa saja yang dulu menjadi kawan/sahabat ayah juga ibu. Kami sempatkan untuk mengajak ibu mengunjungi mereka. Ada yang sudah belasan tahun tidak jumpa, ada yang sudah lebih dari 5 tahun tidak bertemu. Ibu terlihat sangat senang dan bahagia karenanya. Ternyata, beliau bisa bahagia dengan cara yang sederhana.

Keempat, berilah hadiah sekecil apa pun itu. Biasanya istri saya yang memilihkan hadiah, apa yang akan kami berikan kepada ibunda tercinta, kado buat ibu. Bisa jadi harganya tidak seberapa, tapi kami melihat raut wajah ceria dan bahagia itu ada di wajah beliau. Terkadang hanya sekedar bingkisan buah dan belanja harian. Apa pun itu, ternyata bisa membuat beliau tersenyum.

Kelima, doakanlah selalu beliau, mintalah selalu maaf darinya dan mohonlah doa darinya. Untuk yang saya ini, bisa membuat kami larut dalam tangis. Bahagia, haru, bercampur menjadi satu saat kami berjumpa dengan beliau dan memohon doa darinya. Saat kami mohonkan doa, selalu saja beliau berucap, “Nak, tanpa diminta pun Ibu selalu mendoakan kamu…” Selalu begitu. Subhanallah, memang cinta mereka tak ada tandingnya kepada kita anak-anaknya. Maka, sungguh terlalu bila kita tak mendoakan mereka.

Sahabat, semoga lima cara di atas bisa Anda lakukan juga. Kami pun masih belajar dan terus berusaha untuk melakukannya lebih baik. Semoga kita semua bisa melakukan apa-apa yang bisa menjadi cara membahahagiakan orang tua kita. Terlebih, kita bisa bisa membuat mereka bangga karenanya. Semoga. #YukBerubah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − fourteen =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top