Dikejar Rezeki

Apa rasanya kalau suatu ketika kita dikejar-kejar penagih utang? Hehehe, nggak enak banget yah. Pikiran tak tenang, hati terus gelisah. Setiap ada dering telephon, pikiran langsung menegang. Setiap ada ketukan pintu, hati makin tak menentu. Hati dan pikiran kita dipenuhi utang yang menghantui.

Tapi, gimana rasanya kalau kita dikejar-kejar oleh rezeki? Kayaknya asyik banget ya. Hati senang, pikiran pun tenang. Ke mana pun kaki melangkah tak ada rasa khawatir dan resah. Tak pernah takut tak ada uang, karena rezeki mengejar datang. Kok bisa?

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya rezeki itu akan mecari seseorang dan bergerak lebih cepat daripada ajalnya.” (HR. Thabrani)

Nah, itu dia jawabannya. Artinya, rezeki itu akan selalu mengejar kita hingga kita mendapatkannya. Tak pernah telat dan tak pernah salah. Rizki kita itu seperti nyamuk bagi si cecak. Seperti dalam sebuah lagu:

Cicak cicak di dinding \ Diam-diam mereyap \ Datang seekor nyamuk \ Haap, lalu ditangkap

Ya, rezeki yang mendatangi kita, bukan kita yang mendatangi rezeki. Kalau bukan rezekinya, tak akan pernah kita dapatkan, sebanyak apa pun usaha yang kita lakukan. Tapi kalau sudah menjadi rezeki kita, dia pasti datang. Tak peduli kita mau atau tidak.

“Sesungguhnya malaikat Jibril menghembuskan ke dalam hatiku bahwasanya jiwa hanya akan mati sampai tiba masanya dan memperoleh rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah, carilah nafkah yang baik, jangan bermalas-malasan dalam mencari rezeki, terlebih mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya Allah tidak akan memberikan apa yang dicarinya kecuali dengan taat kepadaNya.” (Shahih al-Jami’)

Sungguh bentuk ketidakdewasaan kita bila kita masih mengkhawatirkan apa yang sudah ditetapkan atas kita. Khawatirkanlah diri kita atas kewajiban yang dibebankan atas kita. Rezeki itu ketetapan, berusaha itu kewajiban. Rezeki tak akan pernah habis kecuali jatah hidup kita memang sudah habis. Sedangkan bekerja dan berusaha mencari nafkah itu kewajiban. Maka lakukan dengan penuh kesungguhan. Karena sesuatu yang diwajibkan akan mendatangkan dosa bila tak dilakukan. Sekali lagi, fokuslah pada kewajiban, karena apa yang telah ditetapkan tak akan pernah tertinggal.

Mari kita renungkan nasihat Ibnu Athaillah,

“Kesungguhanmu meraih apa yang telah dijamin untukmu dan kelalaianmu mengerjakan apa yang dituntut darimu merupakan bukti padamnya mata hatimu.”

Sahabat, #YukBerubah jangan ragu atas rezeki kita, tak perlu khawatir tak ada. Rezeki kita sudah Allah atur, pasti ada. In syaa Allah. Yang perlu kita khawatirkan justru kualitas dan kuantitas usaha kita dalam mencari nafkah. Halal atau tidak pekerjaan kita. Benar atau tidak kita bekerja. Serius atau tidak mengurusi bisnis kita. Itu yang harus kita khawatirkan dan pikirkan. Masalah rezeki, tenang saja, kita sedang dikejar rezeki kok. Ia tidak akan ke mana, tidak akan tertukar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − five =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top