Hati-Hati! Waktu Tak Pernah Kembali

Dalam beberapa hari terakhir ini, ada beberapa pertanyaan masuk baik via What’s App, SMS, email bahkan twitter dan facebook. Mulai yang bertanya tentang bagaimana jadi pembicara hebat, belajar public speaking, hingga tentang pekerjaan dan persoalan jodoh. Dari sekian banyak pertanyaan, ada satu pertanyaan menarik yang bisa jadi pelajaran untuk kita.

Seseorang yang saya sendiri tidak tahu namanya melayangkan pertanyaan kepada saya yang kurang lebih isinya begini:

“Pak, saya dulu pernah pacaran dengan laki-laki yang sudah punya Istri kurang lebih selama dua tahun. Sekarang saya sadar, pacaran itu dilarang dalam Islam. Terlebih bersama suami orang lain. Apa yang harus saya lakukan sekarang ketika laki-laki “mantan” pacara saya itu terus saja mengubungi saya dan mengajak ketemuan? Apakah ketika saya menghapus semua kontak dia dan tidak maladeni komunikasi dengan dia saya salah?”

Pertanyaan di atas ada beberapa yang sempat masuk ke email saya. Saya hanya tertegun membaca pernyataan tersebut. Lalu saya jawab pertanyaan tersebut dengan cukup panjang menjelaskan hukum pacaran dalam Islam termasuk hukum bagaimana hukum interaksi laki-laki dan perempuan dalam Islam. Saya jelaskan juga bahwa kesalahan yang sudah kita sadari jangan sampai terulang lagi. Itu baru namanya taubat.

Sahabat, kita pasti punya masa lalu sendiri-sendiri. Kita tentunya punya kisah hidup masing-masing yang bisa jadi hari ini kita sadari menjadi pelajaran berharga. Ada yang lurus-lurus saja masa lalunya. Ada juga yang kelam. Ada juga yang biasa-biasa saja sama seperti kebanyakan orang. Hal terpenting bukan pada sekelam apa warna masa lalu kita. Tapi seperti apa perbaikan hidup kita hari ini.

Ingatlah sahabat, waktu tidak akan pernah berjalan mundur. Ia tak akan pernah kembali. Sekali terlewat, ia tak mungkin bisa diputar kembali. Maka, berhati-hatilah dalam memilih jalan. Berhati-hatilah dalam bersikap dan menentukan pilihan. Bisa-bisa kita akan menyesal di hari kemudian. Sebagaimana kita menyesal hari ini karena pilihan di masa lalu kita.

Terkait waktu, Rasulullah Saw mengingatkan kita, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Sahabat, jujurlah pada diri sendiri. Pikirkan sebelum bertindak. Renungkan sebelum memilih. Sudahkah pilihan dan tindakan kita sesuai dengan Syariat Sang Pencipta kita? Kalau sudah sesuai, mantapkan hati untuk menjalani. Kalau ternyata bertentangan, bulatkan tekad untuk segera meninggalkan. Sekali lagi, waktu tak akan pernah kembali. Kita tak bisa memperbaiki apa yang sudah terjadi tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top