Jaga Baik-Baik Waktu Anda!

Menurut Anda, lebih berharga mana uang atau waktu?
Menurut Anda, lebih mahal mana rumah atau waktu?
Menurut Anda, lebih penting mana jabatan atau waktu?

Saya yakin Anda pasti akan menjawab WAKTU. Ya, karena waktu jauh lebih berharga dari pada uang atau harta. Uang bisa dicari saat hilang, tapi waktu tak pernah kembali. Waktu juga lebih mahal dari pada rumah atau kendaraan. Rumah dan kendaraan bisa kita beli sementara waktu tak pernah bisa kita beli. Harga waktu tak ternilai. Waktu juga jauh lebih penting dari jabatan. Karena setinggi apa pun jabatan kita, saat waktu kita habis, jabatan pun tak penting lagi.

Prolog di atas tentu bukan sembarang pesan. Ini pesan yang sering kita dengar dan tentu kita juga tahu. Tapi betapa banyak orang tak pernah sadar bahwa hal tersebut begitu penting dalam hidup. Banyak orang hanya tahu tapi minim kesadaran bahwa waktu itu penting sekali.

Coba Anda bayangkan. Hidup Anda misalnya ditakdirkan sangat sukses. Uang melimpah, jabatan terus meningkat, penghasilan pun demikian. Bahkan, kendaraan di rumah terparkir belasan dengan warna yang bisa disesuaikan dengan baju yang kita kenakan. Tak hanya itu, rumah pun mewah dengan kolam renang di dalamnya. Ah, keindahan yang sungguh luar biasa. Lebih dari itu, pasangan hidup pun yang sangat anggun menawan. Cuma sayang, jatah usia kita, waktu hidup kita kita untuk menikmati itu semua hanya satu hari saja. Apa yang Anda rasakan?

Begitulah waktu. Kita ternyata akan merasakan pentingnya waktu saat kita merasa sudah kehabisan waktu. Sama seperti sehat. Kita akan merasakan betapa berharganya sehat saat badan kita sakit. Waktu juga demikian. Saat waktu tinggal beberapa hari, beberapa menit, beberapa detik, saat-saat seperti itulah kita merasakan betapa berharganya waktu. Tapi, saat waktu masih ada satu bulan lagi, satu tahun lagi, pengharagaan kita terhadap waktu sangatlah berbeda. Kenapa? Karena kita merasa di kasus yang ke dua, waktu kita masih panjang. Lalu apa akibatnya? Ya, kita sering menunda pekerjaan dan action kita. Ah, nanti saja, waktunya juga masih panjang.

Benarlah Allah Swt telah berfirman berkaitan dengan waktu ini: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Ibnu Katsir menyampaikan dalam tafsirnya bahwa “al-‘ashr” berarti masa yang di dalamnya berbagai aktivitas anak cucu Adam berlangsung, baik dalam wujud kebaikan maupun keburukan.

Lalu kenapa manusia itu merugi? Manusia itu akan merugi ketika waktu yang ada, tempat dia beramal tidak menjadikan dia beriman dan beramal shalih serta saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Saat waktu yang diberikan oleh Allah berupa kehidupan ini tidak menjadikan kita jadi lebih ta’at, saat itulah kehidupan kita mengalami kerugian.

Sahabat, jaga baik-baik waktu kita. Jangan sampai terbuang sia-sia. Waktu Anda sangatlah berharga. Hidup Anda terdiri dari jam, hari, yang membentuk siapa diri Anda dan menjadi apa diri Anda. Jangan sampai waktu yang Allah beri tak membuat kita jauh lebih baik, lebih berprestasi, lebih bermanfaat, lebih dekat dengan keluarga dan tentunya lebih taat kepadaNya. Isilah waktu dengan produktivitas. Isilah waktu yang tersisa ini dengan kebaikan, hal-hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita.

#YukBerubah! Mari kita renungkan sabda Rasulullah Saw: “Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. at-Tirmidzi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − 8 =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top