Jauhilah Lima Sifat Ini

Jika suatu ketika perusahaan kita rugi, kira-kira siapa yang pertama kali kita tunjung dan kita salahkan? Bagian penjualan, keuangan, sdm, produksi, atau diri kita? Jika suatu ketika kerjaan di kantor tidak mencapai target, kira-kira pihak mana yang pertama kali kita jadikan kambing hitam? Rekan kerja, bos ataukah diri kita? Jika suatu ketika kita mengalami kegagalan, siapakah gerangan yang paling dulu kita salahkan? Pesaingkah, pasangankah, atau diri kita?

Kebanyakan kita, saat keburukan menimpa kita seringnya pihak pertama yang kita tunjuk sebagai sebab musabab atas keburukan tersebut adalah pihak di luar kita. Bukan diri kita. Berbeda kalau kebaikan, keberhasilan, bisanya kitalah sosok pertama yang mendapat pujian. Inilah saya. Betul tidak? Padahal, bisa jadi keburukan yang menimpa kita tidak ada sama sekali pengaruh dari luar lho. Bisa jadi hal itu murni karena apa yang kita lakukan. Nah, bisa jadi sebabnya lima hal berikut yang sering Rasulullah Saw doakan untuk terhindar darinya.

Dari Anas bin Malik ra., ia berkata: “Rasulullah saw. biasa berdoa: “Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir.” (HR. Muslim)

Pertama, kelemahan. Kelamahan tekad dan mental kita untuk berbuat baik akan menjadi sebab kegagalan hidup kita. Bahkan kebahagiaan tidak akan mampir pada sosok yang lemah jiwanya dalam melakukan kebaikan. Berlindung dari kelemahan maknanya memohon kepada Allah untuk selalu kuat dalam melakukan kebaikan-kebaikan.

Kedua, kemalasan. Malas adalah penyakit menahun dan akut. Banyak pencapaian hidup kita, prestasi kita bahkan kebahagiaan kita tergerus hilang karena penyakit ini. Malas. Berlindung kepada Allah dari sifat malas artinya memohon kepada Allah Swt untuk agar diri kita selalu semangat memperjuangkan kebaikan dan prestasi hidup.

Ketiga, sifat pengecut atau takut. Rasa takut dan pengecut adalah bukti sosok-sosok yang tidak bertanggung jawab. Sifat ini (takut dan pengecut) menjadi sebab diri kita malas berjuang dalam kehidupan. Tidak berani mencoba hal-hal baru demi mengusahakan kemuliaan hidup. Tidak berani memertahankan kebaikan dan menyebarkan kebaikan. Akhirnya, kita menjadi sosok-sosok yang jalan di tempat karena takut.

Keempat, menyia-nyiakan usia (al-haram). Maknanya juga berlindung dari kejelekan umur (masa tua). Saat muda kita enggan berbuat lebih, berjuang lebih, malas-malasan, akhirnya di masa tua kita penuh penyesalan. Saat kita mau berjuang, usia tua sudah banyak nikmat yang diambil. Mumpung masa tua belum tiba, teruslah berjuang dan berusaha di masa kini. Sehingga kelak hidup kita lebih bermakna.

Kelima, kikir (pelit). Sifat kikir lawannya dermawan. Derma kita tidak pernah tak berbalas. Seseorang yang dermawan sudah pasti Allah berikan balasan, baik di dunia maupun di akhirat berupa kemudahan dan kebaikan hidup. Sebaliknya, sosok yang pelit tentu tidak hanya hatinya sempit tapi hidupnya juga pasti sempit.

Sahabat, yuk kembali direnungkan. Jangan-jangan kondisi hidup kita seperti hari ini, belum seperti yang kita harapkan karena masih adanya lima sifat di atas. Yuk berubah, mari berlindung kepada Allah dari keburukan lima sifat di atas. Mari berusaha untuk menjauhi lima sifat (perkara) ini. Semoga hidup kita jadi lebih baik.

Salam Perubahan Hidup!

Asep Supriatna, Life Performance Trainer – Change Inspirer

Kantor/Lembaga tempat Anda bekerja sering mengadakan seminar, training atau sharing inspirasi? Ingin mendapatkan inspirasi perubahan dari Kang Asep Supriatna? Silakan kontak kami. Kami siap membantu perusahaan/lembaga dan team Anda agar terus berubah, tumbuh menjadi lebih baik. In syaa Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × one =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top