Mencari Dua Penolong

Masalah dan kesulitan hidup bisa menimpa siapa saja. Tak peduli apakah ia orang yang baik ataupun jahat. Tak mengenal ia berilmu atau pun tidak. Tak pandang bulu, apakah ia masih muda ataukah sudah tua renta. Wanita ataupun laki-laki, pasti pernah mendapatkannya. Pada saat kita mendapatkan masalah, ada yang sibuk mencari solusi ada juga yang sibuk menggerutu sambil mencari siapa penyebab kesulitan yang dia dapatkan.

Sahabat, Allah Swt itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Saat Allah beri ujian pada kita, sebenarnya Allah juga hadirkan penyejuk jiwa. Kala ada duka, Allah juga hadirkan pembuat tawa. Kala ada sulit, Allah pun sebenarnya sediakan solusi. Kitanya saja yang terkadang enggan mendekat padaNya untuk dimudahkan melihat solusi itu. Kita lebih sering meminta bantuan manusia dari pada memohon petunjuk dariNya. Kita lebih mudah memohon pertolongan manusia, daripada memohon pertolongan dariNya.

Allah Swt berpesan,

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)

Ya, dengan kesabaran dan shalat itu bisa jadi penolong kita. Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman:

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah swt senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar“. (Al-Baqarah: 152-153).

Perihal ayat di atas, Syekh Sa’id Hawa berkata: “Sabar dapat mendatangkan berbagai kebaikan, sedangkan shalat dapat mencegah dari berbagai perilaku keji dan munkar, disamping juga shalat dapat memberi ketenangan dan kedamaian hati.”

Wajarlah, Rasulullah Saw sebagai teladan terbaik kita mengamalkan semua itu. Huzaifah bin Yaman menuturkan, “Pada malam berlangsungnya perang Ahzab, saya menemui Rasulullah saw, sementara beliau sedang shalat seraya menutup tubuhnya dengan jubah. Bila beliau menghadapi persoalan, maka beliau akan mengerjakan shalat.” Bahkan Ali bin Abi Thalib menuturkan keadaan Rasulullah saw pada perang Badar, “Pada malam berlangsungnya perang Badar, semua kami tertidur kecuali Rasulullah, beliau shalat dan berdo’a sampai pagi.”

Sesungguhnya Rasulullah saw apabila menghadapi suatu persoalan, beliau segera mengerjakan shalat.” (HR. Ahmad)

Sekarang giliran kita, sudahkah kita jadikan kesabaran sebagai jalan mendapatkan kebaikan dari kesulitan yang kita derita? Sudahkah kita jadikan shalat sebagai sarana tuk mendapatkan petunjuk penyelesaikan dari persoalan yang kita hadapi? Jika sudah, Alhamdulillah terus tingkatkan. Jika belum, yuk berubah. Biasakankah ketika ada masalah, sekecil apapun, jadikankah 2 hal ini (sabar dan shalat) sebagai penolong kita. Baru kita lengkapi dengan ikhtiar dunia yang maksimal. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top