Peringatan Sang Pencipta

Beberapa waktu yang lalu saya sharing kajian di Masjid sekitar daerah Pamulang. Selepas kajian, saya berbincang dengan panitia dan DKM tersebut. Diskusi semakin seru karena kami mendiskusikan tidak hanya terkait tema kajian tapi juga tentang pesawat terbang. Ya, kami antusias saat membahas ruang kokpit pesawat, apa saja yang ada di dalamnya dan apa fungsinya. Ternyata, DKM yang mengundang saya, kebetulan dia seorang pilot sebuah maskapai swasta di Indonesia ini.

Beliau bertutur bahwa seorang pilot sebelum menerbangkan pesawat komersil harus mengecek berat muatan, jumlah penumpang, jumlah bahan bakar, jarak tempuh perjalanan dan beberapa kondisi pesawat. Pun saat terbang, seorang pilot harus memperhatikan tanda-tanda yang ada di ruang kokpit itu. Beliau bercerita kasus pesawat di Yunani beberapa tahun yang lalu. Saat pesawat itu sedang terbang ada indikasi lampu peringatan menyala. Sang pilot mencari apa sebab dan permasalahan apa yang terjadi, kebetulan pesawat dalam kondisi auto pilot. Beberapa menit kemudian, menara pengawas mengirimkan pesawat tempur untuk mengejar pesawat tersebut karena tidak mengindahkan perintah menara pengawas. Dan coba tebak apa yang terjadi dengan pesawat tersebut? Kaca depan pesawat sudah berembun. Seluruh awak kapal dan penumpang sudah meninggal karena kehabisan oksigen. Pesawat terbang tanpa pilot dan akhirnya jatuh. Ternyata, “peringatan” di ruang kokpit itu tanda pesawat mengalami gangguan sirkulasi udara (tidak ada oksigen di pesawat).

Sahabat perubahan, Allah, Sang Pencipta kita pun selalu menunjukkan dalam hidup kita pengingat. Sebuah peringatan. Baik melalui ayat-ayatNya pun juga berupa kejadian. Yang kesemuanya itu merupakan kasih sayang Allah kepada kita. Kita sakit, bisa jadi itu peringatan agar kita segera menjaga pola makan kita. Allah beri kerugian bisnis, bisa jadi itulah peringatan agar kita segera berbenah agar tidak rugi yang lebih besar. Kita difitnah, bisa jadi itu peringatan agar kita selalu mawas dan instrospeksi diri. Begitulah.

Termasuk peringatan juga dalam bentuk ayat-ayat yang tertulis baik dalam Al-Quran maupun Al-Hadis. Berikut saya kutip beberapa peringatan yang Allah sampaikan dalam hadits qudsi sebagaimana yang ditulis oleh Imam Al-Ghazali dalam bukunya “Al-Mawa’idz fil Ahadis Al-Qudsiyyah”.

Allah Swt berfirman:

“Wahai manusia, Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi ia hidup bersuka ria. Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi ia asyik mengumpulkan dan menumpuk harta benda. Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak. Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani kehidupan dengan bersantai-santai. Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.

Aku heran pada intelektual yang bodol dalam soal moral. Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor. Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya sendiri.

Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah senantiasa mengawasi segala perilakunya, tapi ia berbuat durjana. Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu dimintai pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih dari orang lain. Sungguh tiada Tuhan kecuali Aku dan Muhammad adalah hamba dan utusanKu.”

Allah Swt berfirman:

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Aku. Tiada sekutu bagiKu dan Muhammad adalah hamba dan utusanKu. Barangsiapa tidak mau menerima nasib yang telah Aku putuskan, tidak sabar atas segala cobaan yang Aku berikan, tidak mau berterima kasih atas segala nikmat yang Aku curahkan, dan tidak mau menrima apa adanya atas segala yang Aku berikan, maka sembahlah Tuhan selain Aku.

Barangsiapa yang susah karena urusan dunia, sama saja ia marah kepadaKu. Barangsiapa mengadukan masalah yang menimpa dirinya (pada manusia), ia sungguh-sungguh berkeluh kesah kepadaKu.

Barangsiapa menghadap pada orang kaya dengan menundukkan diri karena kekayaannya, maka lenyaplah dua pertiga agamanya. Barangsiapa menampar mukanya atas kematian seseorang, maka ia sama saja dengan mengambil tombak untuk memerangi Aku. Barangsiapa memecah kayu di atas kubur, maka ia sama saja dengan merobohkan pintu ka’bahKu.

Barangsiapa tidak peduli terhadap cara mendapatkan makanan, berarti ia tidak memperdulikan dari pintu mana Allah akan memasukkannya ke dalam neraka jahannam. Barangsiapa tidak bertambah tingkat penghayatan keagamaannya, sungguh ia dalam keadaan selalu berkurang. Barangsia yang terus menerus dalam keadaan berkurang, kematian adalah jauh lebih baik baginya.

Barangsiapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah akan menganugerahkan ilmu yang belum ia ketahui. Barangsiapa yang angan-angannya membumbung tinggi, maka amal perbuatannya akan keruh.”

Semoga kita termasuk yang tersadar atas setiap peringatan yang Allah berikan. Agar hidup kita tidak salah arah dan salah langkah. Yuk Berubah!

One thought on “Peringatan Sang Pencipta

Leave a Reply to Pembicara Internet Marketing, jasa SEO, Backlink Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top