Serahkan Pada Ahlinya

Sudah hampir satu setengah tahun web pribadi www.AsepSupriatna.com saya buat. Web site pribadi ini saya jadikan sebagai sarana untuk melatih otot menulis dan tentunya untuk sharing apa yang selama ini saya pahami dan alami. Saya merasa bawah website tersebut sudah sangat bagus dan cukup. Tapi ternyata, penilaian berbeda saya terima dari pihak yang lain.

Tadi malam, ada seorang sahabat yang mengatakan bahwa desain website pribadi saya kurang user friendly dan useful untuk dioptimasi. Tidak hanya dari sisi desain, juga beberapa tools lainnya. Sehingga, beliau menyarankan untuk mendesain ulang website pribadi saya itu agar lebih bagus dan berpengaruh. Saya hanya mengangguk mengiyakan tanda setuju. karena kepahaman saya akan dunia website sangatlah minim. Di mata saya, website tersebut sudah cukup bagus. Ternyata di mata beliau, masih banyak kelemahan dan kekuarangan.

Benarlah pesan Rasulullah saw kepada kita yang menyebutkan bahwa serahkanlah sesuatu itu pada ahlinya.

“Apabila urusan disandarkan (diserahkan/dipercayakan) kepada selain ahlinya, maka tunggulah saat-saat kehancuran.” (HR. Bukhari dan Ahmad)

Andai saya tidak berjumpa dengan ahli dunia website, andai website pribadi saya itu hanya saya saja yang memantau dan menilai, tentu akan berbeda kondisinya. Saya pasti hanya akan menilai bagus dan cukup. Termasuk diantara Anda juga bisa jadi akan menilai sudah bagus dan cukup. Tapi bagi Anda yang ahli di dunia website, pasti juga akan memberikan penilaian yang sama dengan sahabat saya di atas, mengusulkan agar website saya didesain ulang.

Ketika training juga demikian. Beberapa kali saya diingatkan oleh guru dan mentor training saya, kek Jamil Azzaini, bahwa penilaian seorang ahli itu jauh lebih baik daripada penilaian 1000 orang yang tidak ahli. Pujian, tepuk tangan juga komentar baik dari peserta itu bisa menipu seorang trainer atau pembicara. Karena bisa jadi di hadapan seorang ahli, penilaian tampil seorang trainer bisa sangat berbeda. Maka, mintalah masukan dan feedback itu pada ahlinya.

Dalam dunia kerja pun demikian. Serahkanlah tugas itu pada ahlinya. Jika diserahkan bukan pada ahlinya, pasti hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Dan berilah kesempatan pada team kita untuk berlatih melakukan tugas baru, agar ia bisa berhasil dan ahli dalam tugas tersebut suatu hari nanti.

Jika kita melihat para sahabat pun demikian. Rasulullah Saw tahu betul apa keahlian masing-masing sahabat beliau. Sehingga tugas yang diberikan kepada mereka sesuatu dengan keahlian masing-masing. Sebagai contoh, sahabat Ali bin Abi Thalib, beliau ahli dalam dunia perang, ilmu dan pertempuran. Maka, tugas-tugas yang diberikan kepada beliau akan lebih banyak dalam dunia tersebut. Berbeda halnya dengan sosok Abdurrahman bin ‘Auf, yang ahli dalam dunia perdagangan dan harta. Rasulullah Saw pun memberikan tugas dalam keahliannya. Pun dengan Abu Haurairah, beliau ahli dalam hafalan dan meriwayatkan hadits. Juga sahabat lainnya, Rasulullah Saw tahu betul apa saja keahlian para sahabatnya dan beliau memberikan tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Sekarang, sudahkah kita serangkan segala sesuatu itu pada ahlinya? Bagaimana dengan karyawan kita di kantor, tem kita di kantor? Sudahkah kita ketahui keahlian mereka masing-masing dan diberikan tugas sesuai dengan keahliannya? Jika perusahaan Anda mau berhasil, bisnis Anda mauberkembang, organisasi Anda mau menghasilkan hasil yang excellence, maka serahkan segala suatu itu pada ahlinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − three =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top