Sosok Pemimpin Ideal

Dalam perusahaan, sebesar apa pun organisasinya, seorang pemimpin memegang peranan sangat penting. Ia ibarat seorang panglima dalam peperangan. Berhasil atau gagalnya peperangan salah satunya ditentukan oleh sikap, kata-kata dan keputusan sang panglima. Sukses atau tidaknya sebuah perusahaan, kunci utamanya adalah sukses atau tidaknya seorang pimpinan memimpin.

Banyak pemimpin organisasi melakukan analisa kegagalan perusahaan hanya berfokus pada strategi dan teamnya saja. Ia melupakan bahwa evaluasi terhadap sosok pimpinan juga mutlak dilakukan. Karena bisa jadi sumber problemnya bukan pada srategi atau team, tapi pada sosok pemimpin, leader, yang menjadikan strategi tak berjalan, team pun tak bergerak.

Seperti apa sosom pemimpin yang mampu membawa organisasi pada keberhasilan? Mari belajar menjadi pemimpin yang hebat dari sosok Nabi Muhammad Saw yang dinobatkan menjadi orang paling berpengaruh di dunia.

1. Rasulullah Saw mampu menjadi pemimpin karena beliau bukan hanya mampu memerintah, tapi beliau mampu memberi contoh terlebih dahulu. Seorang pemimpin yang hebat tak hanya pandai memberi intruksi, ia harus mampu menjadi contoh terbaik.

2. Rasulullah Saw mampu mengelola team (para sahabat), karena beliau tahu betul kompetensi pada masing-masing sahabatnya. Beliau memberikan tugas, tanggung jawab sesuai dengan kapasitas dan kompetensi para sahabatnya. Ada sahabat yang jago di bidang peperangan. Maka ia tugasnya lebih banyak di situ. Tugas tersebut tidak diberikan kepada sahabat yang jago dalam bidang hukum. Begitu juga sebaliknya. Sehingga seorang pemimpin mampu mengelola team dengan gerak terbaik dan fungsi terbaik.

3. Rasulullah Saw ada pemimpin yang merasakan setiap hati para sahabatnya. Oleh karenanya, pemimpin yang hebat mampu mendeteksi setiap riuh hati, need, juga keluh kesah teamnya. Ia bisa menjadi tempat mengadu setiap masalah lalu mampu memberikan ketenangan dan solusi.

4. Rasulullah Saw selalu melibatkan para sahabat dalam setiap strategi. Beliau, jika bukan persoalan wahyu, selalu meminta saran dan buah pikiran para sahabatnya. Bahkan, dalam beberapa kesempatan ia rela meninggalkan pendapat beliau sendiri dan mengambil pendapat sahabatnya kalau itu lebih baik. Tapi, dalam kesempatan lain beliau pun mampu tegas ketika menetapkan kebijakan.

Pemimpin yang hebat bukan yang bertangan besi dan anti kritik. Pemimpin yang hebat itu mampu mengakui dan menerima masukan dari bawahan bahkan kritik sekalipun.

Masih banyak karakter pemimpin hebat dari sosok Rasulullah Saw. Semoga empat sifat pemimpin hebat di atas bisa kita ambil dan terapkan. Sehingga bisnis, organisasi, perusahaan atau bahkan keluarga kita menjadi hebat karena kita berhasil menjadi pemimpinya yang hebat. Selamat berkarya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − four =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top