Tips Meningkatkan Penghasilan

Kita ini ditakdirkan oleh Allah memiliki “hasrat” atau naluri. Salah satu naluri yang ada dalam setiap diri manusia adalah naluri mempertahankan diri atau eksistensi. Dengan dorongan naluri inilah kemudian manusia berusaha dan bekerja, salah satunya agar dia mendapatkan sesuatu yang menjadi keinginannya. Bisa jadi rumah, kendaraan, tabungan dan yang sejenisnya. Termasuk juga jabatan tinggi di dalam pekerjaan.

Kemarin, Alhamdulillah saya berkesempatan sharing di sebuah perusahaan pemegang dua brand sepatu ternama asal Singapura. Saat menyampaikan materi, hal yang paling menarik dibahas bersama kurang lebih 200 audien yang kebetulan dominan anak muda itu adalah perihal gaji dan atau bonus, atau yang semisal dengan hal itu. Rona wajah audien langsung berubah pecah tawa, senyum dan tatapan tajam saat membahas tips meningkatkan penghasilan atau gaji. Dan saya yakin, di semua tempat bahasan ini juga menjadi sangat sensitif, apalagi menjelang Lebaran seperti saat ini. Hehehe.

Tidak salah, bahkan itu sangat wajar, ketika bekerja kita mendambakan adanya perubahan dan perbaikan kualitas hidup kita. Salah satu ukurannya adalah bertambahnya penghasilan kita, gaji bahkan jabatan kita. Karena mau atau pun tidak, sadar atau pun tidak, kebutuhan hari ini memang terus menanjak. Sebagai bentuk penyeimbangnya adalah bagaimana kita pun bisa meningkatkan penghasilan. Di pekerjaan, ya bagaimana gaji bisa juga sesuai dengan kebutuhan kita, biar tidak terjadi “lebih besar pasak dari tiang”. Gaji yang terus bertumbuh, penghasilan yang terus bertambah, kehidupan yang lebih baik, semua itu adalah dambaan kita.

Nah, seringnya ketika kita membahas hal di atas, kita hanya fokus pada pertumbuhan pendapatan, penambahan penghasilan tapi sangat jarang kita memikirkan apa saja yang menjadi sebabnya. Kita lebih sering tersibukan dengan akibat, bukan disibukan dengan sebab datangnya akibat. Padahal tidak mungkin kita mendapatkan akibat (penghasilan yang bertumbuh), kalau sebabnya tidak pernah kita pikirkan dan lakukan. Jangan sampai kita menjadi orang yang panjang angan-angan. Hanya memikirkan keinginan, tapi tidak melakukan sebab-sebab datangnya hal yang diinginkannya itu.

Bagaimana caranya meningkatkan penghasilan? Berikut tips meningkatkan penghasilan, khususnya bagi Anda para karywan.

Pertama, tingkatkan keahlian Anda. Bagi siapa pun di dunia ini, orang yang ahli selalu “bernilai” lebih di harapan manusia. Karyawan yang lebih ahli pasti akan lebih diperhatikan oleh perusahaan. Karyawan yang lebih ahli tentu akan dicari oleh perusahaan. Maka, kalau Anda mau gaji naik, penghasilan meningkat, fokuslah untuk meningkatkan keahlian, kecakapan, kompetensi Anda dalam bekerja. Sunatullahnya, penghasilan kita itu sangat bersesuaian, berbanding lurus dengan tingkat keahlian kita. Maka teruslah belajar, teruslah berlatih. “Tetaplah haus, tetaplah lapar,” demikian nasihat Step Jobs.

Kedua, tingkatkan integritas Anda. Integritas itu pintu masuk kesuksesan seseorang, termasuk tingkat penghasilan. Kalau Anda mau pertumbuhan dalam kehidupan, jagalah integritas Anda. Sekali kita mengabaikan bahkan integritas kita ternodai, sepanjang itu pula kepercayaan orang akan hilang dari diri kita. Lalu, bagaimana mungkin Anda akan diberi amanah lebih, pekerjaan lebih, peluang lebih kalau Anda tidak bisa dipercaya.

Ketiga, bangun network. Ingat bahwa kita tidak bisa hidup sendirian dan kita tidak bisa sukses sendirian. Bangunlah jaringan, hubungan baik dengan banyak orang. Bisa jadi dari situlah datangnya banyak peluang dan kebaikan.

“Salah satu bentuk kebodohan terbesar adalah seseorang merasa cukup dengan ilmunya sendiri,” demikian nasihat Ibnu Al-Jauzi.

Keempat, tingkatkan ketakwaan Anda. Ingat, kesuksesan dan kebahagiaan hidup sejati adalah ketika apa yang kita dapatkan mendapatkan ridha dari Allah Swt. Maka, jagalah takwa kita agar apa yang kita dapatkan barokah. Jagalah takwa agar Allah memudahkan langkah kita. Tentu, takwa itu adalah menjaga sikap dan perbuatan, bahkan hati kita dari kemaksiatan. Pikirlanlah ulang kalau kita mau bermaksiat, karena itu awal datangnya keburukan. Bagaimana mungkin Allah berikan kebaikan sementara hidup kita berlumuran kemaksiatan, baik kemaksiatan langsung kepada Allah dalam bentuk melalaikan halal-haram, atau pun kemaksiatan kepada manusia berupa melalaikan hak-hak orang lain.

“Orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan keinginan hawa nafsunya, namun dia mengharapkan banyak hal dari Allah,” demikian Ibnu Al-Jauzi menasihatkan.

Masih banyak yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki kehidupan kita. Semoga empat hal di atas bisa menjadi sebab datangnya harapan dan hasrat kita, menjadi memudahkan hidup kita untuk meningkatkan penghasilan. Yuk berubah jadi lebih baik, jadi karyawan terbaik, ingat kerja itu ibadah, maka persembahkan yang terbaik. Aamiin. Selamat berjuang saudaraku. #YukBerubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × four =

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top